PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

DESKRIPSI SINGKAT

Program Studi Pendidikan Kimia berada di bawah asuhan Jurusan Kimia dan merupakan satu program studi dari delapan program studi yang ada di FMIPA UNIMED. Program studi Pendidikan Kimia pada mulanya adalah Jurusan Pendidikan Kimia yang berada di bawah naungan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA). Dengan keluarnya SK Direktur Jenderal Pendidikan tinggi Nomor 240/Dikti/Kep/1996 tanggal 11 Juli 1996 tentang Program Studi pada Program Sarjana di lingkungan IKIP Medan, maka ditetapkan bahwa nama Program Studi yang diasuh oleh Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA IKIP Medan adalah Program Studi Pendidikan Kimia, dengan ketua program studi masih dijabat langsung oleh Ketua Jurusan yaitu Drs. P.M. Silitonga, M.Si. Jurusan Pendidikan Kimia berubah nama menjadi Jurusan Kimia yang dikukuhkan dengan  SK Rektor UNIMED Nomor 068/J39.KEP/KP.00.13/2004 tanggal 20 Februari 2004, dengan Ketua Drs. P.M. Silitonga, M.Si hingga akhir tahun 2004. Program Studi pertama kali dipimpin oleh Drs. Asep Wahyu Nugraha, M.Si (2003-2011), kemudian pada tahun 2011 – sekarang dipimpin oleh Dra. Ani Sutiani, M.Si, dibawah asuhan Ketua Jurusan Kimia, Agus Kembaren, S.Si., M.Si dan Sektertaris Jurusan Drs. Jasmidi, M.Si sejak Desember 2014 – sekarang.

Saat ini Program studi Pendidikan Kimia telah terakreditasi dengan nilai B sesuai surat dari Badan Akreditasi Nasional nomor : 005/BAN-PT/Ak-XIV/S1/VI/2011 yang berakhir pada bulan Juni 2016. Jumlah dosen di Prodi Pendidikan Kimia yang tergabung di Jurusan Kimia sebanyak 50 orang yang sudah terdistribusi dalam enam KDBK (kelompok Dosen Bidang Kajian) yaitu Pendidikan Kimia, Kimia Fisika, Kimia Analitik, Kimia Organik, Biokimia dan Kimia Anorganik. Prosentase dosen Prodi Pendidikan Kimia (yang merupaka dosen jurusan kimia) berpendidikan S-2 sebesar 66% (33 orang) dan S-3 sebesar 34% (17 orang) dengan 4 orang diantaranya adalah Guru Besar. Jumlah dosen yang sedang melanjutkan studi S3 sebanyak 22 orang dengan rincian 11 orang Tugas Belajar (8 orang di Dalam Negeri dan 3 orang di Luar Negeri) serta 11 orang Izin Belajar.
Proses pendidikan pada Program Studi Pendidikan Kimia bertujuan agar mahasiswa mencapai learning outcome program studi melalui proses pembelajaran yang mendidik dengan menerapkan softskill sehingga mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan ruang lingkup kajian materi. Proses pendidikan dilaksanakan dalam suasana dan kultur akademik yang sehat melalui serangkaian pemberian pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan ketaatan pada norma akademik, keteladanan, dan etos kerja. Metodologi pembelajaran mengarah pada pengetahuan, sikap dan keterampilan serta  keragaman gaya belajar mahasiswa. Model pembelajaran menitikberatkan pada penguasaan materi perkuliahan melalui pembelajaran secara aktif, kreatif, inovatif, dan berbasis kompetensi, kegiatan laboratorium, maupun ICT.

Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan selama 8 semester dengan total jumlah sebanyak 150 SKS. Setiap satu semester setara dengan 16-17 minggu kerja penyelenggaraan program yang meliputi kegiatan tatap muka terjadwal, kegiatan akademik terstruktur dan kegiatan akademik mandiri.

Visi Prodi Pendidikan Kimia adalah “Menjadi Program Studi yang unggul dalam bidang pendidikan kimia di tingkat nasional dan mendapat pengakuan internasional”. 
Misi Prodi Pendidikan Kimia adalah :

  1. Menyelenggarakan pendidikan dalam rangka menghasilkan Sarjana Pendidikan Kimia yang mampu bersaing di pasar kerja di tingkat nasional dan regional.
  2. Melaksanakan kegiatan penelitian bidang pendidikan kimia yang berkontribusi pada pengembangan bidang pendidikan kimia di Sekolah dan masyarakat.
  3. Melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat berbasis hasil penelitian dalam bidang pendidikan kimia.
  4. Menjalin kerjasama dengan pihak Sekolah, Dinas pendidikan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan dunia pendidikan kimia serta DUDI dalam industri kimia.

Menghasilkan lulusan yang memiliki budaya kewirausahaan yang mendorong kemampuan Prodi menghasilkan income generate dengan melibatkan internal dan eksternal stakeholder.

Berdasarkan Visi dan Misi program studi, maka Profil lulusan Prodi Pendidikan Kimia adalah menjadi Sarjana Pendidikan Kimia yang memiliki kemampuan sebagai pendidik, pelatih, peneliti, dan pengelola dalam penyelenggaraan Pendidikan Kimia.
Kompetensis lulusan Prodi Pendidikan Kimia yang berhasil diidentifikasi berdasarkan profil lulusan adalah :

  1. Mampu menjadi manusia Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berkepribadian luhur dan berkarakter baik
  2. Mampu melaksanakan dan mempertanggungjawabkan tugas-tugas keprofesian dalam bidang pendidikan kimia secara akademis,  administratif, etis, dan estetis.
  3. Adaptif terhadap berbagai perkembangan dan dinamika pendidikan kimia
  4. Menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam kimia, pedagogik, kepemimpinan, penelitian dan pengembangan, serta menerapkannya pada pengajaran kimia.
  5. Mampu menerapkan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat dan kreatif untuk meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pendidikan kimia
  6. Mampu menganalisis kebutuhan belajar dan memanfaatkannya dalam pelaksanaan pendidikan kimia sesuai standar-standar pendidikan tingkat nasional dan internasional
  7. Mampu melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil pendidikan kimia secara komprehensif dan berkelanjutan
Mampu menganalisis dan menyusun strategi penyelesaian masalah pendidikan kimia secara ilmiah

Keterampilan Khusus
Keterampilan khusus sebagai kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi (Permendikbud No. 049 Th. 2014 tentang SNPT)

1

Mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran kimia di tingkat sekolah secara terbimbing sesuai dengan karakteristik bahan kajian dan peserta didik melalui pendekatan saintifik dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar dan media pembelajaran berbasis IPTEKS, dan potensi lingkungan setempat, sesuai standar isi, proses dan penilaian

2

Mampu mengaplikasikan berbagai model pembelajaran kimia yang sesuai dengan karakteristik bahan kajian dan peserta didik

3

Mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan Praktikum dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia sesuai standar isi, proses dan penilaian untuk membangun keterampilan proses sains dan penguasaan konsep kimia siswa

4

Mampu mengidentifikasi permasalahan pembelajaran kimia, dan menentukan solusinya berdasarkan kajian teoretis, analisis informasi, dan mengimplementasikan dalam pembelajaran

5

Mampu melakukan penelitian dalam bidang pendidikan kimia

Pengetahuan
Pengetahuan merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran (Permendikbud No. 049 Th. 2014 tentang SNPT)

1

Memahami konsep dan prinsip tentang struktur, dinamika, dan energi  bahan kimia, serta  prinsip dasar pemisahan, analisis, sintesis dan karakterisasinya yang dibutuhkan untuk menguasai kimia sekolah

2

Memahami prinsip dan teori pendidikan serta perkembangannya yang meliputi pedagogi, psikologi belajar, dan kurikulum

3

Menguasai prinsip-prinsip K3 (Keamanan dan Keselamatan Kerja), pengelolaan laboratorium dan penggunaan peralatannya serta cara mengoperasikan instrumen kimia

4

Menguasai prinsip dasar piranti lunak untuk penyelesaian masalah pembelajaran kimia

Back to Top