Fmipa sukses Menyelenggarakan Kegiatan Upacara hari Pendidikan Nasional

Selasa, 03 Mei 2016 - 10:36:59 WIB

MENRISTEK DIKTI : REFORMASI PENDIDIKAN TINGKATKAN PENDIDIKAN INDONESIA

Hardiknas diperingati pada tanggal 2 Mei bukan hanya mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan seluruh pejuang pendidikan yang patut dikenang dan dihargai. Namun juga untuk merefleksikan tentang beragam upaya yang telah dan sedang dilakukan dalam menjalankan program untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Ki Hadjar Dewantara mengumandangkan pemikirannya tentang pendidikan Indonesia, yaitu Ing Ngarso Sing Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani, inisiatif tersebut menjadi awal terbentuknya reformasi pendidikan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Prof. Moh. Nasir, yang diwakili oleh Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Syawal Gultom,M.Pd. pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Senin (2/5) di Lapangan Serbaguna Unimed. Pada upacara peringatan Hardiknas kali ini mengangkat tema “Ayo Kerja, Inovatif dan Kompetitif”. Moh. Nasir mengajak seluruh kalangan pendidikan tinggi dan perguruan tinggi untuk melakukan reformasi pendidikan tinggi. Melalui perguruan tinggi, SDM IPTEK dipersiapkan untuk dapat bersaing dalam pasar kerja nasional maupun internasional, serta dapat memenuhi beragam tempat kerja.

Pada 2015 menurut World Economic Forum, indeks inovasi Indonesia mencapai 4,6 atau peringkat 30 dunia, sedangkan indeks inovasi pendidikan tinggi adalah 4,0 atau peringkat 60 dunia. sementara indeks daya saing Indonesia diukur dari indikator

higger education and training menunjukkan bahwa pada tahun 2014-2015 indonesia menduduki peringkat 60 dengan indeks daya saing 4,5, sementara pada tahun 2015-2016 peringkat Indonesia mencapai peringkat 65 dengan indeks daya saing

yang sama 4,5. Hal ini menunjukkan bahwa dalam waktu satu tahun negara lain dapat meningkatkan indeks daya saing melampaui Indonesia. Banyak yang harus dilakukan dalam mereformasi pendidikan tinggi seperti deregulasi, penyediaan pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada siswa dan pangsa pasar, perubahan kurikulum, penyediaan dosen, guru besar, dan tenaga

kependidikan yang profesional, pendidikan yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, model bisnis pendidikan yang baru, orientasi pada keterampilan yang teruji dan berdaya saing, pengembangan bidang ilmu strategis, revitalisasi kelembagaan, kemampuan pendidikan tinggi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang kompetitif dan lainnya.

“Kita masih perlu bekerja secara inovatif dan kompetitif, sehingga kita bisa meningkatkan peringkat indeks inovasi pendidikan tinggi Indonesia pada tahun 2020, ” paparnya. Rektor Unimed mengajak para civitas unimed untuk terus bekerjasama dalam meningkatkan mutu kualitas sehingga dapat berdaya saing bukan hanya dalam bidang pendidikan saja, namun juga pada rekayasa industri dan budaya. Sesuai dengan visi misi Unimed yang saat ini sedang digalakkan bersama. Sehingga dapat menjadi universitas terbaik khususnya di Sumatera Utara. Dalam peringatan Hardiknas tersebut, sebagai wujud apresiasi dan penghargaan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan perguruan tinggi se-Indonesia. Presiden RI Ir. Joko Widodo memberikan SatyaLancana Karya Satya sebagai penghargaan kepada para pegawai yang telah mengabdikan dirinya selama 20-30 tahun. Ada 17 orang PNS unimed yang diberikan penghargaan tersebut, yang disematkan oleh Rektor Unimed, selaku pimpinan Unimed.


[ BACK ]




Baca Berita Lainnya

Back to Top