Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimed bersama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC) mengadakan Simposium hasil penelitian Orangutan tahun 2022 yang dilaksanakan secara blended, daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan luring di Aula A Lt. III Gedung Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. pada Senin (21/02). Dengan narasumber diantaranya Dr. Suci Utami Atmoko, Drs. Puji Prastowo, M.Si., Marni Limbog, S.Si., Dodi Syahputra, S.Hut., drh. Loly Amalia, Susandro Prima, S.Si., dan Ibnu Agung Perdana, S.Hut.

Acara ini digelar bersamaan dengan pembukaan beasiswa peduli orangutan tahun 2022. Beasiswa Peduli Orangutan adalah program yang diinisiasi oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), yang didukung oleh Orangutan Republik Foundation (OURF). Dimulai pada tahun 2006, program ini diadakan setiap tahunnya dan menargetkan mahasiswa dari universitas di Sumut dan Aceh yang memiliki kerjasama dengan YOSL-OIC. Tujuan program beasiswa ini adalah untuk memberikan dukungan moril dan materil kepada mahasiswa/i dalam menyelesaikan studi/pendidikan di perguruan tinggi. Juga untuk melahirkan generasi-generasi intelektual yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap upaya-upaya perlindungan dan penyelamatan Orangutan Sumatera dan habitatnya.
Pada acara tersebut dilakukan pula penandatanganan MoA antara Dekan FMIPA Unimed dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC)

Acara tersebut dibuka oleh Dekan FMIPA Prof. Dr. Fauziyah Harahap, M.Si., dihadiri oleh Wakil Dekan FMIPA, Fungsionaris Jurusan Biologi, dosen dan mahasiswa FMIPA Unimed, Fransisca Ariantiningsih M. Sc (Direktur Orangutan Information Centre), Erwin Kurnia Alamsyah S. Hut (Ketua Yayasan Orangutan Sumatera Lestari) dan Fitriana Siregar (Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser).

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Prof. Dr. Fauziyah Harahap, M.Si. menyambut baik kerjasama yang dilakukan oleh Jurusan Biologi FMIPA Unimed dengan YOSL-OIC. Kami berharap dengan adanya kerjasama ini melahirkan akademisi-akademisi muda yang peduli terhadap upaya-upaya perlindungan dan penyelamatan Orangutan Sumatera dan habitatnya. Serta mengembangkan Taman Nasional Gunung Leuser menjadi pusat kajian alam bagi mahasiswa.